Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR
(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
pada Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa dalam Pembelajaran
DISUSUN OLEH
NAMA : KHADIJAH HARIS, S.Pd
NIM : 2200103923156046
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
KATEGORI 1 TAHAP 2
2022
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR
(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
pada Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa dalam Pembelajaran
Lokasi | SMP Negeri 1 Atambua |
Lingkup Pendidikan | Sekolah Menengah Pertama |
Tujuan yang ingin dicapai | Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi, isi dan menyimpulkan isi teks tanggapan pada kelas IX SMP Negeri 1 Atambua dengan menerapkan metode Problem Based Learning (PBL), media video, teks tanggapan serta diskusi kelompok. |
Penulis | Khadijah Haris |
Tanggal | Kamis, 5 Januari 2023 |
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.
| Kondisi yang melatarbelakangi masalah Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis masalah yang dilakukan maka hal-hal yang menjadi latar belakang masalah yaitu: 1. Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran dan cenderung diam. Hal ini dapat diakibatkan oleh rendahnya rasa percaya diri, minat dan motivasi. 2. Persentase hasil pembelajaran atau nilai yang siswa peroleh didominasi oleh nilai di bawah KKM. 3. Penggunaan metode, model, dan pendekatan pembelajaran yang monoton dan kurang tepat. Guru lebih sering menggunakan metode ceramah sehingga siswa merasa bosan dalam pembelajaran. Selain itu, materi, media, dan LKPD yang digunakan kurang menarik. Dari tiga poin tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran mengidentifikasi informasi, isi dan menyimpulkan isi teks tanggapan masih bermasalah. Untuk itu, diperlukan model dan media pembelajaran yang menarik. Mengapa praktik ini penting dibagikan? Praktik ini penting untuk dibagikan karena pada kenyataan di lapangan masih banyak rekan guru memiliki masalah yang sama. Dengan membagikan praktik baik pembelajaran ini diharapkan dapat memotivasi diri sendiri dan guru lain. Selain itu diharapkan dapat menginspirasi guru lain dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran serupa. Peran dan tanggung jawab guru Peran dan tanggung jawab saya sebagai seorang guru yaitu melaksanakan beberapa hal: Mengakses berbagai sumber baik cetak maupun noncetak yang relevan dan sesuai dengan permasalahan. Melakukan wawancara dengan kepala sekolah, guru senior, dan teman sejawat. Dari dua poin tersebut, guru berusaha menemukan model, metode dan media pembelajaran yang relevan dengan pembelajaran mengidentifikasi informasi, isi dan menyimpulkan isi teks tanggapan. Diputuskan bahwa metode problem based learning (PBL) dan diskusi kelompok merupakan metode yang dipilih untuk memecahkan masalah tersebut. Selanjutnya guru bertanggung jawab menyusun, mengembangkan modul/perangkat pembelajaran (materi dalam video, teks tanggapan dan LKPD). Selain itu, guru bertanggung jawab melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan merefleksi.
|
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,
| Tantangan untuk mencapai tujuan: Sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai. Jaringan internet yang kurang stabil. Kurangnya kerja sama dengan tim IT. Siswa belum terbiasa dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center) serta pemanfaatan IT. Guru belum terbiasa menyiapkan perangkat dan melaksanakan pembelajaran dengan model PBL dan media video. Pihak yang terlibat: Kepala sekolah : memberikan izin Peserta didik sebagai tim IT Guru senior : memberikan saran Peserta didik : sebagai subjek dalam pembelajaran |
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini
| Langkah-langkah yang dilakukan guru untuk menghadapi tantangan: Dengan kurangnya sarana dan prasarana sekolah maka guru melakukan peminjaman dan pembelian alat sebelum pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Dengan adanya jaringan internet yang kurang stabil guru menyiapkan paket data pribadi. Guru melakukan koordinasi dengan tim IT dan menyiapkan/memahamkan skenario yang harus dilakukan pada saat pengambilan gambar. Untuk mengatasi siswa yang belum aktif dan belum memanfaatkan IT maka guru memberikan motivasi serta menyusun sintaks pembelajaran melalui LKPD yang dibuat untuk memudahkan mereka dalam pembelajaran. Guru banyak membaca referensi yang relevan dan diskusi dengan teman sejawat/guru senior.
Strategi yang digunakan dan prosesnya Strategi yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu dengan menerapkan metode problem based learning (PBL). Adapun langkah-langkah pembelajaran dalam problem based learning (PBL) yaitu: Mengorientasi siswa pada masalah Pada tahap ini siswa menonton video dan membaca materi teks tanggapan serta contoh mengidentifikasi informasi, isi dan menyimpulkan isi teks tanggapan berjudul “Pengaruh Internet Bagi Pelajar” yang disediakan oleh guru. Mengorganisasi siswa Pada tahap ini guru membagi siswa menjadi 4 kelompok dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 5 anak. Setelah anggota kelompok terbentuk mereka mendapatkan teks tanggapan dan LKPD lalu memahami cara mengerjakannya melalui kegiatan diskusi kelompok. Membimbing diskusi Pada tahap ini, guru membimbing diskusi kelompok dengan cara berkunjung pada masing-masing kelompok dan menanyakan kesulitan yang dihadapi kelompok tersebut. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Setelah siswa mampu memecahkan masalah melalui diskusi kelompok, selanjutnya mereka mengerjakan LKPD dan mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Menganalisis dan mengevaluasi Pada tahap ini, siswa diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan berupa pertanyaan, saran dan pujian kepada hasil diskusi kelompok lain. Pihak yang terlibat Pihak yang terlibat pada aksi ini yaitu guru, siswa dan tim IT.
Sumber Daya, metode atau materi Ada beberapa penggunaan sumber daya, metode atau materi yang inovatif dalam aksi ini. Beberapa hal tersebut tidak pernah atau jarang dilakukan oleh guru sebelumnya. Sumber daya atau materi inovatif tersebut, diantaranya: 1) Diskusi kelompok Diskusi kelompok jarang diterapkan oleh guru dalam pembalajaran selama ini. Dengan metode diskusi, guru bisa merangsang siswa untuk lebih berani dan kreatif dalam memberikan gagasan, ide atau pemikirannya. Metode ini juga membiasakan siswa untuk bertukar pikiran yang bermanfaat bagi masa depannya, dimana mereka harus lebih kritis dan menghargai perbedaan pendapat dengan orang lain. 2) Penggunaan HP dan Headphone Larangan membawa HP ke sekolah membuat guru tidak pernah menggunakan media ini selama proses pembelajaran. Setelah mendapat izin dari kepala sekolah, siswa dapat menggunakan HP selama pembelajaran berlangsung. HP dan headphone digunakan untuk menampilkan video materi teks tanggapan serta contoh mengidentifikasi informasi, isi dan menyimpulkan isi teks tanggapan berjudul “Pengaruh Internet Bagi Pelajar” secara audio dan visual disertai dengan gambar-gambar yang menarik. Penggunaan media ini sangat efektif sehingga siswa fokus pada materi yang ditampilkan dalam video. Siswa merasa tertarik dengan hal baru yang belum pernah dilakukan. 3) Penggunaan LKPD Selama ini, penugasan siswa hanya melalui buku teks pelajaran, ditulis di papan atau secara lisan kemudian dikerjakan oleh siswa di buku tulis masing-masing. Penggunaan LKPD ini merupakan hal baru yang dilakukan di kelas. LKPD yang dibuat mampu membuat siswa bersemangat dan terarah dalam mengerjakan tugas. Hal ini terjadi karena lembar kerja yang disiapkan guru memudahkan pekerjaan mereka. Alur-alur pengerjaan tugas yang dikemas dalam LKPD membuat mereka lebih mudah mengimplementasikan teori/materi ke dalam tugas mereka. Selain itu, mereka juga lebih mudah menuangkan pikiran/gagasan. 4) Penggunaan emoticon Dalam kegiatan refleksi, guru belum pernah menggunakan emoticon. Penggunaan emoticon saat melakukan aktivitas refleksi pembelajaran dapat menunjukkan apresiasi dan perhatian siswa terhadap pembelajaran yang telah dibahas. Dengan demikian, siswa dapat mengekspresikan perasaannya dengan emoticon dari pada hanya menulis dengan karakter huruf yang monoton dan tanpa ekspresi. |
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut
| Refleksi atas hasil dan dampak 1. Refleksi hasil Berdasarkan aksi yang telah dilakukan maka hasil yang didapatkan sebagai berikut. a. Tidak ada sintaks pembelajaran yang terlewat karena guru menyusun modul/perangkat pembelajaran sendiri. b. Terciptanya pembelajaran yang menarik karena didukung dengan media video, teks tanggapan, LKPD dan diskusi kelompok. c. Semua siswa merasa senang dan aktif dalam pembelajaran sehingga mereka memperoleh nilai di atas KKM. 2. Dampak Aksi yang telah dilakukan memberikan dampak pada beberapa pihak, yaitu: a. Guru Guru mampu menyusun modul ajar/perangkat pembelajaran berdasarkan hasil analisis masalah dan kebutuhan siswa. b. Siswa Siswa merasa senang karena pembelajaran yang menarik sehingga mereka tidak merasa jenuh. c. Rekan sejawat Rekan sejawat dapat mengadopsi aksi atau praktik baik yang sudah dilakukan untuk diaplikasikan di kelas yang diajar. d. Sekolah Terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Faktor penunjang keberhasilan Berdasarkan aksi yang telah dilaksanakan, ada beberapa faktor yang menunjang kebehasilan pembelajaran mengidentifikasi informasi, isi dan menyimpulkan isi teks tanggapan, yaitu: 1. Pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dapat memotivasi belajar mereka. 2. Penggunaan media pembelajaran berbasis IT dapat menarik perhatian siswa. Begitu pun penggunaan LKPD. Siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran karena perintah pada LKPD dapat dipahami dengan baik.
Pembelajaran yang diperoleh Berdasarkan pemaparan di atas, ada beberapa simpulan yang dapat di ambil, di antaranya: 1. Guru perlu memahami karakteristik dan latar belakang siswa sehingga guru dapat memilih metode, model, atau pendekatan pembelajaran yang tepat. 2. Inovasi perlu dilakukan untuk menarik perhatian dan minat belajar siswa, mengeksplorasi kemampuan siswa, serta meningkatkan hasil belajar siswa. Inovasi-inovasi tersebut dapat berwujud apapun, seperti materi, media, ataupun penggunaan LKPD. |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar